Showing posts with label SD. Show all posts
Showing posts with label SD. Show all posts

Friday, 22 January 2021

Mau Daftar SD, Lihat persyaratannya PPDB 2021

Syarat daftar SD



Meski proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 masih lama, namun ada baiknya para orangtua memahami tata caranya.

Pada Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 yang ditetapkan Mendikbud Nadiem Makarim, 10 Desember 2019 dijelaskan mengenai tata cara PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Secara khusus, pasal 5 Permendikbud Nomor 44 ini mengatur tentang persyaratan masuk untuk jenjang SD pada PPDB 2021.

Jadi, berapa batas usia minimal masuk SD yang diatur dalam PPDB 2021? Berikut rangkumannya:


Baca Juga : Siswa SDN Cibeureum Lolos lomba ke tingkat Provinsi

Syarat calon siswa SD PPDB 2021

Adapun persyaratan calon siswa baru kelas 1 (satu) SD meliputi:

1. Usia 7-12 tahun

    Berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun;

2. Paling rendah 6 tahun

    Paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

3. Usia 7 tahun wajib diterima

   Sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas)        tahun.

4. Usia 6 tahun, kecuali

    Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun yaitu paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam)     bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki     potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis.

5. Bukti ada bakat istimewa

    Bukti potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis calon siswa harus dibuktikan     dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional, untuk usia paling rendah 6 tahun.

6. Rekomendasi bisa dewan guru

    Bila rekomendasi psikolog profesional tidak tersedia maka rekomendasi dapat dilakukan oleh                 dewan guru Sekolah, bagi syarat usia paling rendah 6 tahun.

7. Penyandang disabilitas tak terpengaruh usia 

    Dalam Pasal 10, calon siswa penyandang disabilitas di sekolah dikecualikan dari syarat usia.


Thursday, 10 December 2020

NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN (TERBARU)



Hallo sahabat edukasi dimanapun anda berada, apakah anda tahu apa itu ASEAN?

Association of Southeast Asian Nations (Asean) atau Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara merupakan organisasi di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini memiliki 10 negara anggota Asean. Siapa saja?

Asean sendiri resmi dibentuk pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Asean pertama kali dibentuk oleh 5 negara Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand dengan menandatangani Deklarasi Bangkok.

Adapun, tujuan dibentuknya Asean adalah menciptakan kawasan yang damai, aman, stabil, dan sejahtera. Mereka pun kini banyak bekerja dalam berbagai bidang.

Berikut nama-nama negara Asean:

1. Brunei Darussalam

Ibu Kota: Bandar Seri Begawan

Hari Kemerdekaan: 23 Februari

Bahasa: Melayu, Inggris, dan Mandarin

Mata Uang: Dolar Brunei (BND)

Luas Wilayah: 5.765 km²


2. Kamboja

Ibu Kota: Phnom Penh

Hari Kemerdekaan: 9 November

Bahasa: Khmer, Prancis, dan Inggris

Mata Uang: Riel (KHR)

Luas Wilayah: 181.035 km²


3. Indonesia

Ibu Kota: Jakarta

Hari Kemerdekaan: 17 Agustus

Bahasa: Bahasa Indonesia

Mata Uang: Rupiah (IDR)

Luas Wilayah: 1.904.569 km²


4. Laos

Ibu Kota: Vientiane

Hari Kemerdekaan: 2 Desember

Bahasa: Lao, Prancis, dan Inggris

Mata Uang: Kip (LAK)

Luas Wilayah: 237.955 km²


5. Malaysia

Ibu Kota: Kuala Lumpur

Hari Kemerdekaan: 31 Agustus

Bahasa: Malaysia

Mata Uang: Ringgit (MYR)

Luas Wilayah: 329.847 km²


6. Myanmar

Ibu Kota: Nay Pyi Taw

Hari Kemerdekaan: 4 Januari

Bahasa: Burma

Mata Uang: Kyat (MMK)

Luas Wilayah: 676.579 km²


7. Filipina

Ibu Kota: Manila

Hari Kemerdekaan: 12 Juni

Bahasa: Filipino/Tagalog dan Inggris

Mata Uang: Peso (PHP)

Luas Wilayah: 343.448 km²


8. Singapura

Ibu Kota: Singapura

Hari Kemerdekaan: 9 Agustus

Bahasa: Inggris, China, Mandarin, Melayu, dan Tamil

Mata Uang: Dolar Singpura (SGD)

Luas Wilayah: 721,5 km²


9. Thailand

Ibu Kota: Bangkok

Hari Kemerdekaan: 5 Desember

Bahasa: Thai

Mata Uang: Bath (THB)

Luas Wilayah: 513.120 km²


10. Vietnam

Ibu Kota: Hanoi

Hari Kemerdekaan: 2 September

Bahasa: Vietnam

Mata Uang: Dong (VND)

Luas Wilayah: 331.230,8 km²


Sementara itu, pada dasarnya Timor Leste sudah mengajukan diri menjadi anggota Asean ke-11 pada tahun 2011 silam. Hanya saja, pengajuan tersebut masih dibahas bersama dalam organisasi Asean.

Tuesday, 24 November 2020

Persyaratan Akreditasi Sekolah

 Assalamualaikum wr wb...

Hallo sahabat edukasi dimana pun anda berada, kali ini kami ingin berbagi informasi mengenai akreditasi sekolah. Nah, kebetulan juga kami sedang mempersiapkan akreditasi sekolah kami.






Sahabat edukasi,  jadi apa persyaratan untuk akreditasi??

Persyaratan Akreditasi Sekolah

Syarat-syarat akreditasi sekolah/madrasah adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki Surat Keputusan Pendirian/Operasional Sekolah/Madrasah.
  2. Memiliki peserta didik pada semua tingkatan kelas.
  3. Memiliki sarana dan prasarana pendidikan.
  4. Memiliki pendidik dan tenaga kependidikan.
  5. Melaksanakan kurikulum yang berlaku, dan
  6. Telah menamatkan peserta didik.

Pelaksana Akreditasi Sekolah

Untuk melaksanakan akreditasi Sekolah/Madrasah, Pemerintah membentuk Badan Akreditasi Nasional-Sekolah /Madrasah (BAN ) Sekolah/Madrasah. Kewenangan Badan Akreditasi Nasional ( BAN ) Sekolah/Madrasah adalah merumuskan kebijakan operasional, melakukan sosialisasi kebijakan, dan melaksanakan akreditasi Sekolah/ Madrasah. Di tingkat provinsi, pemerintah membentuk Badan Akreditasi Propinsi-Sekolah/Madrasah (BAP ) Sekolah/Madrasah yang berkewenangan untuk melaksanakan akreditasi untuk TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, dan SLB. Untuk membantu kelancaran tugas BAP, pemerintah membentuk Unit Pelaksana Akreditasi (UPA)-Kabupaten /Kota.

Masing-masing institusi pelaksana akreditasi tersebut mempunyai fungsi sebagai berikut. Pertama, Badan Akreditasi Nasional (BAN ) Sekolah/Madrasah:

  • Merumuskan kebijakan dan menetapkan akreditasi Sekolah/Madrasah
  • Merumuskan kriteria dan perangkat akreditasi Sekolah/Madrasah untuk diusulkan kepada Menteri
  • Melaksanakan sosialisasi kebijakan, kriteria, dan perangkat akreditasi Sekolah / Madrasah
  • Melaksanakan dan mengevaluasi pelaksanaan akreditasi Sekolah/Madrasah
  • Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil akreditasi
  • Mengumumkan hasil akreditasi Sekolah/Madrasah secara nasional
  • Melaporkan hasil akreditasi Sekolah/Madrasah kepada Menteri
  • Melaksanakan ketatausahaan ( BAN ) Sekolah/Madrasah.


Kedua, Badan Akreditasi Propinsi (BAP ) Sekolah/Madrasah: Melakukan sosialisasi kebijakan dan pencitraan ( BAN ) Sekolah/Madrasah dan ( BAP ) Sekolah/Madrasah kepada Pemprov, Kemenag Provinsi, Kemenag Kabupaten/Kota, Sekolah/Madrasah, dan masyarakat pendidikan pada umumnya.


  • Merencanakan program akreditasi Sekolah/Madrasah yang menjadi sasaran akreditasi.
  • Mengadakan pelatihan asesor sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh (BAN) Sekolah/Madrasah.
  • Menetapkan hasil peringkat akreditasi melalui Rapat Pleno Anggota (BAP) Sekolah/ Madrasah.
  • Menyampaikan laporan pelaksanaan program dan pelaksanaan akreditasi serta rekomendasi tindak lanjut kepada ( BAN ) Sekolah/Madrasah. dengan tembusan kepada Gubernur.
  • Menyampaikan laporan hasil akreditasi dan rekomendasi tindak lanjut kepada Dinas Pendidikan Provinsi, Kanwil Depag, dan LPMP.
  • Menyampaikan laporan hasil akreditasi dan rekomendasi tindak lanjut kepada Pemerintah Kab/Kota yang bersangkutan dan satuan pendidikan dalam rangka penjaminan mutu sesuai lingkup kewenangan masing-masing.
  • Mengumumkan hasil akreditasi kepada masyarakat, baik melalui pengumuman maupun media massa.
  • Mengelola sistem basis data akreditasi.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi secara terjadwal terhadap kegiatan akreditasi.
  • Melaksanakan kesekretariatan ( BAP ) Sekolah/Madrasah.
  • Membuat tugas pokok dan fungsi sesuai dengan kerangka tugas pokok (BAP) Sekolah/Madrasah.
  • Melaksanakan tugas lain sesuai kebijakan ( BAN ) Sekolah / Madrasah.

Ketiga, Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten/Kota, sebagai penghubung antara ( BAP) Sekolah/Madrasah dengan Dinas Pendidikan dan Kandepag.

  • Mengusulkan jumlah Sekolah /Madrasah yang akan diakreditasi kepada ( BAP ) Sekolah/Madrasah.
  • Mengusulkan jumlah asesor yang dibutuhkan untuk kab/kota yang bersangkut
  • Menyusun data Sekolah /Madrasah yang telah dan akan diakreditasi di tingkat kab/kota.
  • Mengkoordinasikan sasaran penugasan asesor.
  • Mengkoordinasikan jadwal pemberangkatan asesor.
  • Menyiapkan perangkat akreditasi dan administrasi bagi asesor.
  • Melaporkan pelaksanaan kegiatan.
  • Membantu administrasi keuangan ( BAP ) Sekolah/Madrasah.
  • Melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh ( BAP ) Sekolah / Madrasah
Oke sahabat edukasi, itulah tadi persyaratan akreditasi untuk sekolah kita. Semoga bermanfaat.

Wednesday, 28 October 2020

PROSES FOTOSINTESIS


Jika hewan dan manusia mendapatkan energi dari makhluk hidup lain lewat makanan, tumbuhan merupakan organisme yang mampu menyediakan makanannya sendiri. Proses tersebut dinamakan dengan fotosintesis.

Kita pernah belajar kalau klorofil pada tumbuhan yang memungkinkan mereka untuk berfotosintesis. Fotosintesis merupakan proses anabolisme, yaitu proses penyusunan atau sintesis molekul kompleks dari berbagai molekul sederhana. Karenanya, anabolisme juga disebut dengan istilah asimilasi atau sintesis. Selain fotosintesis, proses anabolisme lain adalah kemosintesis.

Walaupun hanya sebagian organisme saja yang memiliki klorofil, tapi proses fotosintesis sangat penting bagi ekosistem karena tumbuhan merupakan sumber utama dari semua makanan di Bumi. Energi matahari yang ditangkap oleh organisme autotrof akan diproses menjadi makanan. Fotosintesis juga melepaskan oksigen ke atmosfer, sehingga makhluk hidup, termasuk manusia, mampu bernapas.

Bagaimana Fotosintesis terjadi?

Tapi, bagaimana proses fotosintesis terjadi? Dari namanya, foto berarti menggunakan cahaya, sementara sintesis berarti menghasilkan. Artinya, molekul sederhana kemudian diubah menjadi molekul kompleks menggunakan energi matahari.

Proses fotosintesis mengubah karbon dioksida dan air menjadi energi berupa karbohidrat dan oksigen menggunakan klorofil dan cahaya matahari.

Proses ini terjadi di daun hijau, yaitu di sel mesofil. Pada sel mesofil, terdapat kloroplas dan di dalamnya ada grana. Fotosintesis juga terjadi di batang hijau dan beberapa bagian bunga.

Pada permukaan daun, terdapat setengah juta kloroplas per meter persegi. Karbon dioksida mencapai kloroplas melalui stomata, sementara air melalui urat daun. Berikut adalah bagan dari kloroplas beserta organel-organelnya.

Fotosintesis hanya dapat berlangsung pada organisme yang memiliki klorofil. Klorofil adalah pigmen tumbuhan yang terdapat pada kloroplas dan dapat berupa bakterioklorofil a, b, c, d, e, dan bakterioviridin. Klorofil a dan b hanya ditemukan di tumbuhan tingkat tinggi. Tabel di bawah ini menunjukkan perbedaan klorofil a dan b.

Proses fotosintesis melibatkan dua rangkaian reaksi yang berurutan, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Seperti namanya, reaksi terang bergantung pada cahaya, disebut juga dengan reaksi Hill. Sementara itu, reaksi gelap tidak bergantung pada cahaya dan disebut sebagai siklus Calvin-Benson.

Tahapan pada reaksi terang meliputi penyerapan cahaya dan transpor elektron, pemecahan air, dan pembentukan energi tinggi intermediet ATP (fotofosforilasi). Hasil dari reaksi terang kemudian dimanfaatkan dalam reaksi gelap, yaitu fase biosintetik.

Reaksi gelap adalah bagian sintesis dari fotosintesis, artinya pembentukan energi terjadi di reaksi gelap. Reaksi gelap terjadi di stroma oleh serangkaian enzim katalis. Reaksi gelap memfiksasi CO2 dan menyintesis karbohidrat atau gula. Reaksi gelap juga bergantung pada hasil dari reaksi terang, yaitu ATP dan NADPH.

Reaksi gelap juga merupakan jalur fiksasi karbon dalam gelap melalui senyawa intermediet yang menyebabkan pembentukan gula dan pati. Melvin Calvin dan rekannya menggunakan radioaktif-14 CO2 dalam fotosintesis Clorella sp. (alga hijau uniseluler). Jalur fiksasi karbon kemudian terdeteksi dengan bantuan teknik pelacakan radioaktif. Hal ini rupanya terjadi pada semua tumbuhan yang berfotosintesis. Berikut adalah bagan reaksi gelap atau siklus Calvin.


PROSES TERJADINYA HUJAN, APAKAH KAMU TAHU???

Bagaimana Proses Terjadinya Hujan?

Angin sepoi-sepoi, awan berwarna abu-abu kehitaman, suara gemuruh dari langit adalah salah satu ciri bahwa sebentar lagi akan terjadinya hujan. Jika kamu tahu bagaimana proses terjadinya hujan, ternyata ga sesimpel yang kita lihat loh guys! Mau tahu proses terjadinya hujan itu bagaimana? Yuk disimak pembahasan di bawah ini.

bagaimana proses terjadinya hujan?

Hujan merupakan salah satu bentukan dari proses presipitasi. Hujan juga merupakan salah satu proses dari siklus hidrologi.

Jenis-jenis Hujan

Ternyata, hujan itu banyak jenisnya loh! Berbagai macam jenis hujan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang berbeda. Terdapat 3 jenis hujan yang terjadi di Indonesia, yaitu hujan frontal, hujan orografis dan hujan zenith. Proses terjadinya hujan pada ketiga jenis ini pun berbeda.

HUJAN FRONTAL

Hujan frontal terjadi karena adanya pertemuan antara angin musim panas yang membawa uap air lembab dan udara yang bersuhu rendah. Biasanya pertemuan kedua perbedaan massa tersebut terjadi di bidang front, yaitu salah satu tempat yang mudah akan terjadinya proses kondensasi dan pembentukan awan.

HUJAN OROGRAFIS

Hujan orografis terjadi di wilayah pegunungan atau tempat yang memiliki ketinggian wilayah yang tinggi. Proses terjadinya hujan ini adalah adanya uap air yang terbawa ke wilayah pegunungan bertemu dengan massa udara yang bersuhu rendah sehingga terjadi pengembunan dan membentuk awan. Setelah awan jenuh, hujan pun turun.

HUJAN ZENITH

Selanjutnya adalah hujan zenith atau yang biasa dikenal dengan hujan konveksi. Hujan ini terjadi di sekitar garis khatulistiwa guys! Hujan konveksi terjadi karena adanya pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara sehingga membentuk gumpalan yang naik secara vertikal karena terkena pemanasan oleh matahari. Hal ini menyebabkan suhu di sekitar menjadi turun dan massa awan semakin bertambah. Sesampainya pada titik jenuh, hujan pun turun.

Proses Terjadinya Hujan

Lalu bagaimana dengan hujan sehari-sehari yang sering kita alami? Bagaimana sih proses terjadinya hujan itu?

siklus air dan proses terjadinya hujan

Proses terjadinya hujan berawal dari sinar matahari yang membawa energi panas menyebabkan adanya proses evaporasi. Dalam proses evaporasi, air yang berada di bumi (laut, danau, sungai serta badan air lainnya) menguap karena panas tersebut lalu menghasilkan uap-uap air. Uap-uap air terangkat ke udara dan mengalami proses kondensasi.

Dalam proses kondensasi, uap-uap air berubah menjadi embun yang diakibatkan oleh suhu di sekitar uap air lebih rendah daripada titik embun air. Suhu udara yang semakin tinggi membuat titik-titik dari embun semakin banyak dan memadat lalu membentuk menjadi awan.

Adanya perbedaan tekanan udara di langit menyebabkan pergerakan udara atau yang biasa kita kenal dengan angin. Angin menggerakan awan yang membawa butir-butir air menuju tempat dengan suhu yang lebih rendah. Awan-awan yang terkumpul bergabung menjadi awan besar yang berwarna kelabu (proses ini dinamakan koalensi).

Nah sekarang kamu nggak heran kan kenapa kalau mau hujan banyak angin dan langitnya mendung? Lalu, butir-butir air yang ada di langit bagaimana bisa jatuh ya?

Jawabannya ada dua, pertama karena kondisi awan sudah jenuh atau dengan kata lain sudah nggak sanggup menampung air lagi. Kedua adalah karena butir-butir air tertarik oleh adanya gaya gravitasi. Oleh karena itu butir-butir air jatuh menjadi hujan.

Ketika air hujan mulai jatuh ke daratan, nggak semua airnya jatuh sampai ke permukaan loh! Ternyata ada sebagian air yang menguap kembali ke atas menuju awan. Kenapa bisa begitu ya? Karena air menembus lapisan atmosfer yang lebih hangat di bawahnya maka ada beberapa butir air yang menguap. Selama air membuat kondisi awan jenuh, maka hujan akan terus berlangsung.

Bagaimana? sudah mengerti kan bagaimana proses terjadinya hujan? Selamat belajar yaa!


Thursday, 22 October 2020

CARA MEMBUAT RANGKAIAN LISTRIK SERI DAN PARAREL

Penerangan dalam rumah biasanya menggunakan lampu listrik. Lampu-lampu listrik tersebut dapat menyala karena adanya energi listrik yang mengalir dalam rangkaian listrik. Rangkaian Listrik merupakan  suatu kumpulan alat-alat listrik yang saling di hubungkan atau dirangkai dengan sumber tegangan menjadi satu kesatuan yang memiliki fungsi dan kegunaan tertentu. Secara umum ada dua jenis rangkaian listrik yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel. Rangkaian listrik yang digunakan di rumah biasanya menggunakan rangkaian paralel.

Kedua jenis rangkaian listrik tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Keuntungan rangkaian seri adalah hemat kabel, dan rangkaiannya sederhana sehingga membuatnya pun mudah. Kerugiannya pada saat salah satu lampu mati, yang lain juga mati. Begitu juga pada nyala lampunya, tidak terang (redup). Energinya juga boros, karena digambarkan 1R+1R+1R. Sementara rangkaian paralel adalah 1/R+1/R+1/R. Sementara keuntungan dan kerugian rangkaian paralel adalah kebalikan dari kerugian dan keuntungan seri.

Rangkaian Seri dan Paralel

1. Rangkaian Listrik Seri


Rangkaian listrik seri adalah rangkaian alat listrik yang disusun secara berurutan. Dalam rangkaian jenis ini, jika salah satu lampu padam, lampu yang lain akan ikut padam. Arus listrik yang mengalir di kedua lampu mempunyai besar yang sama. Adapun tegangan listrik pada kedua lampu mempunyai sifat sebagai berikut.

  • Jika kedua lampu mempunyai ciri sama, tegangan listrik bernilai sama.
  • Jika kedua lampu mempunyai ciri yang berbeda, tegangan listrik akan berbeda.

2. Rangkaian Listrik Paralel


Rangkaian listrik paralel adalah rangkaian alat listrik yang disusun secara bertingkat atau sejajar. Dalam rangkaian jenis ini, jika salah satu lampu padam, lampu yang lain akan tetap menyala. Tegangan listrik pada kedua lampu bernilai sama. Arus listrik pada kedua lampu mempunyai sifat sebagai berikut.

  • Jika kedua lampu mempunyai ciri sama, arus listrik bernilai sama.
  • Jika kedua lampu mempunyai ciri yang berbeda, arus listrik akan berbeda.

Benda Konduktor dan Isolator Listrik

Benda konduktor adalah benda-benda yang dapat mengantarkan listrik dari sumber listrik. Sebaliknya, benda isolator adalah benda-benda yang tidak bisa mengalirkan listrik dari sumber listrik. Contoh benda yang termasuk konduktor listrik adalah benda logam seperti besi, baja, timah, tembaga, dan kuningan. Sedangkan benda yang termasuk isolator listrik adalah kaca, plastik, kain, dan kayu kering.

Untuk membuktikan sebuah benda termasuk konduktor atau isolator listrik dapat dilakukan dengan percobaan sederhana. Sediakan benda-benda berikut.

  1. Batu baterai
  2. Lampu 5 watt
  3. Kabel
  4. Klip kertas logam, plastik, karet, kertas, kain, kapas, uang logam, batu, seng, dan kaca.


Cara kerja:

Buatlah rangkaian listrik seri. Pastikan lampu dapat menyala.

Gantilah klip kertas logam dengan plastik, karet, kertas, kain, kapas, uang logam, batu, seng, dan kaca. Kemudian, amati keadaan lampu.

Dua buah baterai sebagai sumber listrik dihubungkan ke lampu dengan menggunakan kabel yang disambung dengan klip kertas dari logam. Lampu tersebut akan menyala karena arus listrik mengalir dari baterai ke lampu. Dalam hal ini, klip kertas disebut sebagai konduktor karena mampu mengalirkan listrik.

Jika klip kertas logam diganti dengan karet dan sedotan plastik, lampu tidak menyala. Hal ini menunjukkan bahwa karet dan sedotan plastik tidak dapat menghantarkan listrik. Oleh karena itulah, karet dan sedotan plastik digolongkan sebagai bahan isolator.

Membuat Rangkaian Listrik

1. Alat dan Bahan :

  1. Tempat baterai 2 buah
  2. Papan triplek/hardboard (sebagai alas)
  3. Batu baterai 1,5 volt sebanyak 2 buah
  4. Lampu bohlam 3 buah
  5. Viting ( tempat dudukan bohlam) 3 buah
  6. 3 buah saklar
  7. Kabel kecil secukupnya (pada KIT IPA sudah ada)

2. Cara Membuat :

  1. Pasang baterai pada tempat baterai, letakan kedua tempat baterai berjajar dengan posisi kutub negatif berhadapan dengan kutub positif (seri) hubungkan kedua baterai menggunakan kabel.
  2. Masukan lampu bohlam ke dalam viting, pasang berjajar di depan tempat baterai.
  3. Pasangkan saklar diantara tempat baterai dan lampu (di tengah-tengah)
  4. Sambungkan kabel dengan viting (bagian berulir pada lampu biasanya kutub negatif, kutub positinya berada di bagian bawah lampu)
  5. Hubungkan kutub negatif baterai dengan saklar, kemudian saklar dihubungkan dengan kutub positif baterai.
  6. Hubungkan kutub positif lampu dengan kutub negatif (-) baterai. Lakukan sama terhadap kedua lampu yang lain.