Wednesday, 28 October 2026

Tata Make Up dalam Film

Tata Make Up dalam Film: Materi Pembelajaran Tata Artistik Film dan Televisi

Kategori: Tata Artistik | Produksi Film | Bahan Ajar SMK

Pendahuluan

Dalam produksi film dan televisi, tata make up merupakan salah satu unsur penting yang mendukung tampilan visual sebuah cerita. Tata rias tidak hanya berfungsi mempercantik wajah pemain, tetapi juga membangun karakter, menunjukkan usia, menggambarkan kondisi fisik, dan memperkuat suasana adegan.

Seorang penata rias film harus memahami naskah, karakter tokoh, pencahayaan, kostum, serta kebutuhan pengambilan gambar. Dengan demikian, riasan yang dihasilkan tidak hanya menarik, tetapi juga sesuai dengan cerita dan terlihat meyakinkan di depan kamera.

Pengertian Tata Make Up dalam Film

Tata make up dalam film adalah proses merias wajah dan bagian tubuh pemain untuk membentuk penampilan sesuai karakter, latar waktu, kondisi fisik, serta kebutuhan cerita.

Dalam praktiknya, tata rias film dapat berupa riasan natural, riasan karakter, riasan usia, riasan fantasi, maupun riasan efek khusus.

Menurut bahan ajar Rias Wajah Khusus dan Kreatif dari Kementerian Pendidikan, tata rias wajah TV/film mencakup rias wajah cantik, rias wajah karakter, dan rias wajah smink atau riasan yang menciptakan penampilan imajinatif.

Repositori Kemendikdasmen

Jenis-Jenis Tata Make Up dalam Film

1. Make Up Natural

Make up natural bertujuan menghasilkan penampilan yang sederhana dan alami. Jenis ini banyak digunakan dalam film drama keluarga, film pendidikan, film pendek sekolah, dan cerita kehidupan sehari-hari.

Contohnya, tokoh siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar di sekolah membutuhkan riasan yang terlihat wajar dan tidak berlebihan.

2. Make Up Karakter

Make up karakter digunakan untuk membentuk penampilan tokoh sesuai kebutuhan skenario. Penata rias dapat mengubah kesan usia, menambahkan keriput, membentuk kumis atau janggut, serta menciptakan ciri fisik tertentu.

Contohnya, seorang aktor muda yang memerankan tokoh kakek memerlukan riasan usia agar penampilannya sesuai dengan karakter.

3. Make Up Efek Khusus (Special Effects Make Up)

Make up efek khusus atau SFX digunakan untuk menciptakan ilusi perubahan fisik, seperti luka, memar, goresan, bekas luka, atau kulit yang tampak rusak.

Jenis riasan ini banyak digunakan dalam film aksi, horor, kriminal, dan drama yang menampilkan kecelakaan.

4. Make Up Fantasi

Make up fantasi digunakan untuk menciptakan tokoh imajinatif yang berbeda dari penampilan manusia sehari-hari, misalnya makhluk fantasi, tokoh dongeng, atau karakter fiksi ilmiah.

5. Make Up Periode atau Sejarah

Jenis riasan ini disesuaikan dengan latar waktu, budaya, dan karakter dalam cerita. Penata rias perlu memperhatikan gaya rambut, warna kulit, kosmetik, dan tampilan yang sesuai dengan periode sejarah yang digambarkan.

Alat dan Bahan Tata Make Up

Beberapa alat dan bahan yang umum digunakan dalam produksi film meliputi:

  • Spons dan kuas make up untuk mengaplikasikan kosmetik.

  • Foundation dan concealer untuk meratakan tampilan kulit.

  • Bedak untuk mengendalikan kilap wajah.

  • Pensil alis dan kosmetik mata untuk membentuk detail karakter.

  • Palet kosmetik untuk mencampur produk secara higienis.

  • Kosmetik efek khusus untuk membuat luka, memar, dan keriput tiruan.

  • Tisu, kapas, serta pembersih make up.

  • Peralatan sanitasi untuk menjaga kebersihan alat.

Pemilihan produk harus memperhatikan jenis kulit, area pemakaian, tanggal kedaluwarsa, dan petunjuk keamanan dari produsen.

Tahapan Kerja Tata Make Up dalam Produksi Film

Proses tata rias film dilakukan secara bertahap.

  1. Mempelajari naskah. Memahami karakter tokoh dan perubahan penampilan yang dibutuhkan.

  2. Menganalisis karakter. Menentukan jenis riasan berdasarkan usia, pekerjaan, kondisi fisik, dan situasi cerita.

  3. Menyiapkan desain. Membuat sketsa atau referensi visual serta menyiapkan alat dan bahan.

  4. Melaksanakan riasan. Mengaplikasikan kosmetik sesuai rancangan karakter.

  5. Melakukan uji kamera. Memeriksa tampilan riasan dengan pencahayaan yang mendekati kondisi syuting.

  6. Mendokumentasikan continuity. Mengambil foto dan mencatat detail riasan agar konsisten.

  7. Membersihkan peralatan. Menghapus riasan dengan aman dan merapikan tempat kerja.

Make Up Continuity dalam Film

Make up continuity adalah upaya menjaga kesinambungan penampilan riasan pemain dari satu pengambilan gambar ke pengambilan gambar lainnya.

Misalnya, jika seorang tokoh mengalami luka di pipi kiri, bentuk, posisi, dan tingkat keparahan luka harus tetap sesuai pada pengambilan gambar ulang untuk adegan yang sama.

Penata rias sebaiknya menyimpan foto wajah dari beberapa sudut dan mencatat detail kosmetik yang digunakan. Dokumentasi tersebut membantu menjaga konsistensi visual film.

Praktik Siswa: Tata Make Up Film Pendek

Studi kasus: Film pendek “Pulang Sekolah”

Seorang siswa berjalan pulang setelah mengikuti kegiatan olahraga. Ia terlihat lelah, berkeringat, dan memiliki noda tanah pada pipi serta lengannya setelah terjatuh saat bermain.

Tugas peserta didik:

  1. Menganalisis karakter dan situasi tokoh.

  2. Menentukan desain riasan yang sesuai.

  3. Menyiapkan alat dan bahan.

  4. Mempraktikkan riasan natural dengan efek lelah dan kotor.

  5. Memeriksa hasil melalui kamera.

  6. Mendokumentasikan hasil dan membuat catatan continuity.

Keselamatan dan Kebersihan Kerja

Dalam praktik tata rias, kebersihan alat dan keamanan kosmetik harus menjadi prioritas. Penata rias harus mencuci tangan, menggunakan aplikator bersih, menghindari kontaminasi silang, serta tidak mengaplikasikan kosmetik pada luka terbuka atau kulit yang mengalami iritasi tanpa penilaian keamanan yang sesuai.

Jika muncul rasa gatal, terbakar, atau reaksi yang tidak diinginkan, hentikan penggunaan produk dan lakukan penanganan yang sesuai.

Rangkuman

Tata make up merupakan bagian penting dari tata artistik film dan televisi. Fungsinya meliputi pembentukan karakter, penggambaran kondisi fisik, penyesuaian penampilan terhadap kamera, serta penciptaan efek visual.

Keberhasilan tata rias ditentukan oleh kemampuan menganalisis naskah, menguasai teknik, memahami pencahayaan, menjaga kebersihan, dan menerapkan continuity.

Evaluasi Pembelajaran

  1. Jelaskan pengertian tata make up dalam film.

  2. Sebutkan lima jenis tata rias yang digunakan dalam produksi film.

  3. Apa perbedaan make up natural dan make up karakter?

  4. Mengapa make up continuity penting dalam proses syuting?

  5. Jelaskan tahapan kerja tata make up untuk film pendek.

Referensi Bacaan

  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rias Wajah Khusus dan Kreatif, bagian Tata Rias Wajah TV/Film. Baca bahan ajar PDF.

  • Paningkiran, Halim. Make-up Karakter untuk Televisi dan Film. Gramedia Pustaka Utama, 2013. Informasi buku.

Catatan penggunaan gambar: Gambar yang ditampilkan pada artikel ini merupakan ilustrasi visual yang relevan dengan materi. Sebelum menerbitkan artikel, periksa ketentuan penggunaan gambar dari sumber masing-masing. Anda juga dapat mengganti ilustrasi tersebut dengan foto praktik tata rias karya siswa sendiri agar lebih sesuai dengan pembelajaran di sekolah.

Sunday, 4 October 2026

Panduan Paduan Suara

 


Panduan Paduan Suara: Level Dasar, Sedang, dan Mahir

Selamat datang di buku panduan komprehensif paduan suara. Buku ini dirancang sebagai acuan lengkap bagi penyanyi, pelatih vokal, dan dirijen (conductor) dalam membangun serta mengembangkan kelompok paduan suara dari tingkat pemula hingga profesional.

BAB 1: TINGKAT DASAR (BASIC LEVEL)

Tingkat dasar berfokus pada pembentukan fondasi vokal yang kokoh, kesadaran tubuh, serta pemahaman elemen-elemen dasar musik dan solfeggio.

1.1 Postur Tubuh dan Pernapasan Diafragma

Postur tubuh yang benar merupakan syarat mutlak untuk memproduksi suara yang jernih dan berenergi tanpa menimbulkan ketegangan pada pita suara.

  • Postur Berdiri: Kaki dibuka selebar bahu, beban tubuh terbagi rata. Punggung tegak namun santai, bahu rileks (tidak terangkat), dan dada terbuka.

  • Postur Duduk: Duduk tegak di paruh depan kursi, jangan bersandar. Pastikan tulang belakang tetap lurus agar rongga dada dan perut dapat mengembang sempurna.

  • Teknik Pernapasan Diafragma: Hirup napas perlahan melalui hidung, biarkan rongga perut dan rusuk bawah mengembang ke samping. Dinding dada atas tidak boleh naik-turun secara drastis. Kontrol pengeluaran napas secara perlahan dan konstan menggunakan otot perut (support).

1.2 Pembagian Jenis Suara (SATB)

Dalam paduan suara campuran standar, suara dibagi menjadi empat kelompok utama berdasarkan ambitus (jangkauan nada) dan warna suara (timbre):

Jenis Suara

Kategori

Ambitus Standar

Karakteristik Warna Suara

 

Sopran

Wanita Tinggi

C4 – A5 (atau C6)

Tinggi, terang, jernih, membawa melodi utama.

Alto

Wanita Rendah

G3 – E5

Dalam, hangat, kaya register dada (chest voice).

Tenor

Pria Tinggi

C3 – A4 (atau C5)

Cerah, berenergi, fleksibel di register atas.

Bass

Pria Rendah

E2 – E4

Berat, tebal, menjadi fondasi harmonis kelompok.

1.3 Solfeggio dan Artikulasi Dasar

  • Vokalisasi Vokal Murni: Latihan menyanyikan huruf vokal murni (A, I, U, E, O) dengan posisi mulut yang simetris dan ruang dalam mulut (soft palate) terangkat.

  • Solfeggio Dasar: Menyanyikan tangga nada mayor (Do-Re-Mi-Fa-Sol-La-Si-Do) secara naik dan turun untuk melatih pendengaran interval dasar.

  • Konsonan Jelas: Menegaskan artikulasi konsonan eksplosif (P, B, T, D, K) di awal dan akhir kata agar lirik terdengar jelas oleh penonton.

BAB 2: TINGKAT SEDANG / MENENGAH (INTERMEDIATE LEVEL)

Pada tingkat sedang, penekanan bergeser dari teknik individu menuju harmoni kelompok, presisi intonasi, dinamika, dan penyatuan warna suara (blending).

2.1 Blending (Penyatuan Suara) dan Balance (Keseimbangan Volume)

Blending adalah seni menyelaraskan warna suara antarpenyanyi sehingga terdengar sebagai satu kesatuan instrumen yang utuh. Balance memastikan setiap bagian suara (SATB) terdengar sesuai porsinya dalam susunan harmoni.

  • Matching Vowels: Seluruh anggota kelompok wajib menyatukan bentuk rongga mulut dan artikulasi vokal yang sama persis.

  • Listening Mindset: Setiap penyanyi harus mendengarkan suara penyanyi di sampingnya lebih keras daripada menyuarakan suaranya sendiri.

  • Keseimbangan Harmoni: Suara melodi utama harus tampil sedikit lebih dominan dibanding suara pengiring (counter-melody/accompaniment).

2.2 Simbol Dinamika dan Tempo Musik

Tabel berikut memuat simbol-simbol ekspresi yang wajib dikuasai oleh paduan suara tingkat menengah:

Simbol / Istilah

Nama Istilah

Arti & Makna Eksekusi

 

pp

Pianissimo

Sangat lembut, dengan kontrol pernapasan kuat.

p

Piano

Lembut dan tenang.

mp

Mezzo Piano

Agak lembut.

mf

Mezzo Forte

Agak keras / sedang.

f

Forte

Keras, berdaya, penuh energi.

ff

Fortissimo

Sangat keras, megah, tidak teriak.

Crescendo (<)

Crescendo

Bertahap semakin keras secara mulus.

Decrescendo (>)

Decrescendo / Diminuendo

Bertahap semakin lembut.

2.3 Diksi dan Phrasing (Pemenggalan Kalimat Musik)

Penyanyi harus menyanyikan seluruh frasa lagu sebagai satu kalimat musik yang utuh. Pengambilan napas tidak boleh dilakukan secara sembarangan di tengah kata atau frasa yang memotong makna teks lagu.

BAB 3: TINGKAT MAHIR (ADVANCED LEVEL)

Tingkat mahir menuntut kematangan teknik vokal tinggi, pemahaman gaya periodisasi sejarah musik, kontrol vibrato, serta interpretasi artistik yang mendalam.

3.1 Gaya dan Periodisasi Musik Paduan Suara

Paduan suara tingkat mahir harus mampu membedakan karakter suara dan artikulasi berdasarkan era musik karya yang dibawakan:

Era Musik

Ciri Harmoni & Polifoni

Karakter Vokal & Vibrato

Contoh Komponis

 

Renaissance

Polifoni murni, tekstur antar suara independen.

Straight tone (minimal/tanpa vibrato), ringan, murni.

Palestrina, Victoria, Lasso

Barok (Baroque)

Kontrapung ketat, penggunaan continuo, ritme tegas.

Artikulasi terpisah (detached), terang, berenergi.

J.S. Bach, G.F. Handel

Klasik (Classical)

Struktur homofoni jelas, simetris, seimbang.

Suara elegan, dinamis yang presisi dan disiplin.

W.A. Mozart, J. Haydn

Romantik (Romantic)

Harmoni kromatisisme kaya, rentang dinamika luas.

Suara hangat, penuh, ekspresif, vibrato alami terkontrol.

J. Brahms, F. Mendelssohn

Kontemporer / Etnik

Disonansi kord kelompok (cluster chords), teknik vokal tidak konvensional.

Eksperimental, glissando, sprechstimme, warna vokal tradisional.

E. Esenvalds, E. Whitacre

3.2 Kepemimpinan Dirijen dan Pola Ketukan

  • Pola Ketukan (Pattern Conduction): Penguasaan gerak tangan untuk sukat 2/4, 3/4, 4/4, 6/8, serta sukat campuran/irregular (5/8, 7/8).

  • Invisibel Cueing: Memberikan isyarat masuk (cue) menggunakan tatapan mata, pernapasan bersama, dan gerakan tangan kiri yang independen dari tangan kanan pemberi ketukan.

  • Interpretasi Skor (Score Reading): Menganalisis struktur harmonis, klimaks musik, serta kontekstualisasi sejarah lagu.

BAB 4: GLOSARIUM & MANAJEMEN LATIHAN PADUAN SUARA

  1. A Cappella: Bernyanyi tanpa iringan instrumen musik.

  2. Tessitura: Rentang nada yang paling nyaman dan sering dinyanyikan oleh penyanyi dalam suatu lagu.

  3. Intonasi Sharp/Flat: Keadaan di mana nada yang dinyanyikan terlalu tinggi (sharp) atau terlalu rendah (flat) dibanding nada target.

  4. Warm-Up Rutin: Melakukan pereregangan fisik 5 menit, latihan pernapasan 5 menit, vokalisasi artikulasi dan nada 10 menit sebelum masuk ke materi lagu.

Wednesday, 22 February 2023

Membuat Topeng Dari Bubur Kertas


Hallo sobat CBH, kali ini mimin mau berbagi tentang bagaimana cara membuat topeng dari bubur kertas, nah, dari pada kertas nya jadi sampah yang berserakan mendingan kita buat yang bisa bermanfaat dan membuat kita lebih kreatif lagi... yuk langsung kita lanjut ke cara kerjanya....

Bahan-bahan:

  1. Kertas koran (potong menjadi kecil-kecil)
  2. Lem
  3. Balon
  4. Kertas putih biasa, potong menjadi pita-pita
  5. Gunting
  6. Jarum
  7. Cat
  8. Karet

Cara membuat:

  1. Rendam potongan-potongan kertas koran di air
  2. Masukkan lem pada rendaman koran
  3. Tiup balon sehingga ukurannya sesuai dengan wajah orang yang menggunakan topeng.
  4. Tutup keseluruhan balon dengan bubur koran. Lakukan hingga 3 lapis. Diamkan hingga kering.
  5. Setelah bubur koran kering, tempelkan kertas putih agar mudah saat mengecat. Biarkan hingga lapis kertas putih kering.
  6. Setelah semua lapisan benar-benar kering, letuskan balon dengan jarum.
  7. Setelah itu perbaiki ukuran atau bentuk topeng sesuai keinginan Anda.
  8. Tandai pula lubang untuk mata, lubang hidung, dan mulut. Lubangi dengan gunting atau cutter.
  9. Cat dan hiasi topeng sesuai keinginan
  10. Setelah cat dan lem kering, buat lubang di sisi kanan-kiri topeng. Ikatkan karet di kedua lubang. Usahakan agar panjangnya sesuai dengan kepala orang yang menggunakan.
  11. Topeng siap di gunakan.



Tuesday, 30 March 2021

Lirik dan Karaoke Lagu Wajib Satu Nusa Satu Bangsa

 


SATU NUSA SATU BANGSA

Cipt. L. Manik


Satu nusa

Satu bangsa

Satu bahasa kita

Tanah air

Pasti jaya

Untuk Selama-lamanya

Indonesia pusaka

Indonesia tercinta

Nusa bangsa

Dan Bahasa

Kita bela bersama


Sunday, 7 March 2021

cara menghitung skala peta


Peta menggambarkan bentang bumi sesungguhnya dengan luas dan jarak yang lebih kecil. Di ujung peta, biasanya ada angka 1 : 25.000 atau 1 : 100.000 untuk menunjukkan jarak sebenarnya terhadap jarak di peta. Angka itu dikenal sebagai skala. Dikutip dari Ilmu Ukur Tanah (1964), skala adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak di bumi. Angka 1 : 1.000.000 berarti 1 sentimeter di peta sama dengan 1.000.000 sentimeter di bumi. 

Skala juga dapat berupa grafik. Di peta, biasanya ada garis atau batang yang menunjukkan jarak dengan satuan kilometer. Misalnya pada peta Indonesia di foto yang ada di atas, setiap batang menunjukkan nilai 200 kilometer. Ini berarti setiap 1 cm di peta sama dengan 200 kilometer. Karena skala dalam hitungan cm, maka angka di skala grafik perlu diubah ke cm. Sehingga, skalanya adalah 1 : 20.000. 

Rumus skala Dengan menghitung jarak di peta dan mengetahui skala, kita bisa tahu jarak sebenarnya di bumi. 

Berikut rumusnya:

Jarak sebenarnya = Jarak peta : Skala 

Skala = Jarak peta : Jarak sebenarnya 

Jarak peta = Jarak Sebenarnya x Skala 


Contohnya, 


di peta tertulis skala 1 : 1.500.000. Jika jarak kota A ke kota B pada peta sepanjang 3 cm, maka jarak sebenarnya adalah: 3 : 1/500.000 = 3 × 500.000 = 1.500.000 

Jarak sebenarnya kota A ke kota B adalah 1.500.000 cm atau 15 km. 


Kita juga bisa mengetahui skala pada peta dengan menghitung jarak sebenarnya dan jarak pada peta. 

Misalnya, kita tahu jarak dari kota A ke kota B adalah 20 km atau 2.000.000 cm. Sementara jarak kota A ke kota B pada aplikasi peta di handphone adalah 2 cm. 

Maka skala peta di aplikasi handphone tersebut yakni: 2 : 2.000.000 = 1 : 1.000.000 Baca juga: Globe: Pengertian, Kegunaan, dan Sejarahnya Kemudian, skala juga bisa dipakai untuk membuat peta. Misalnya, kita ingin membuat peta dengan skala 1 : 500.000. 


Kita mengetahui jarak sebenarnya antara kota A ke kota B adalah 3 km atau 3.000.000 cm.

Maka pada peta yang akan kita gambar, jarak kota A ke kota B adalah: 3.000.000 × 1/500.000 = 6 

Jarak kota A ke kota B adalah 6 cm.


Friday, 22 January 2021

Mau Daftar SD, Lihat persyaratannya PPDB 2021

Syarat daftar SD



Meski proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 masih lama, namun ada baiknya para orangtua memahami tata caranya.

Pada Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 yang ditetapkan Mendikbud Nadiem Makarim, 10 Desember 2019 dijelaskan mengenai tata cara PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Secara khusus, pasal 5 Permendikbud Nomor 44 ini mengatur tentang persyaratan masuk untuk jenjang SD pada PPDB 2021.

Jadi, berapa batas usia minimal masuk SD yang diatur dalam PPDB 2021? Berikut rangkumannya:


Baca Juga : Siswa SDN Cibeureum Lolos lomba ke tingkat Provinsi

Syarat calon siswa SD PPDB 2021

Adapun persyaratan calon siswa baru kelas 1 (satu) SD meliputi:

1. Usia 7-12 tahun

    Berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun;

2. Paling rendah 6 tahun

    Paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

3. Usia 7 tahun wajib diterima

   Sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas)        tahun.

4. Usia 6 tahun, kecuali

    Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun yaitu paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam)     bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki     potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis.

5. Bukti ada bakat istimewa

    Bukti potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis calon siswa harus dibuktikan     dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional, untuk usia paling rendah 6 tahun.

6. Rekomendasi bisa dewan guru

    Bila rekomendasi psikolog profesional tidak tersedia maka rekomendasi dapat dilakukan oleh                 dewan guru Sekolah, bagi syarat usia paling rendah 6 tahun.

7. Penyandang disabilitas tak terpengaruh usia 

    Dalam Pasal 10, calon siswa penyandang disabilitas di sekolah dikecualikan dari syarat usia.


Tuesday, 5 January 2021

METODE PEMBELAJARAN DARING YANG EFEKTIF UNTUK SISWA SD

METODE PEMBELAJARAN DARING YANG EFEKTIF UNTUK SISWA SD

Sebagai upaya untuk mencegah pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah meminta siswanya untuk belajar di rumah.


Mulai 16 Maret 2020 sekolah menerapkan metode pembelajaran siswa secara daring. Lalu, efektifkah pembelajaran daring ini?. Efektif atau tidaknya pembelajaran dapat diidentifikasi melalui perilaku-perilaku antara pemelajar dan pembelajar. Bagaimana respon pebelajar terhadap apa yang disampaikan oleh pemelajar.


Dalam hal ini orang tua lah faktor penting yang menentukan keberhasilan belajar seorang anak. Mengapa bisa begitu? Karena orang tua berperan penting sebagai motivator sekaligus pembimbing untuk anak-anaknya saat belajar dirumah.


Dan pengajar pengganti dirumah tidak bisa dianggap remeh, karena harus membagi waktu antara mengerjakan pekerjaan rumah dan membimbing anaknya saat belajar online.


Sistem pembelajaran Visit Home lah yang paling efektif untuk anak SD kelas rendah. Apa itu pembelajaran visit home? Yaitu guru mengunjungi rumah siswanya untuk memberikan materi, pembelajaran dan masalah yang dihadapi oleh anak didik.


Visit home  dapat memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung. Visit home ini adalah salah satu upaya penting untuk membantu dan membimbing perkembangan sikap anak dan kesulitan yang dihadapi terhadap proses belajar yang berpengaruh terhadap psikologi dan kejiwaan anak sesuai dengan tingkat dan situasi termasuk dalam hal motivasi.


Dalam proses belajar motivasi sangat diperlukan sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.


Home visit dilakukan dengan cara, kunjungan guru ke rumah anak didik dan mengumpulkan siswa yang tempat tinggalnya berdekatan maksimal 10 anak.


Untuk jadwal pembelajaran di setiap kelas home visit, para siswa akan mendapatkan mata pelajaran dua kali dalam satu minggu, dengan waktu pembelajarannya mulai pukul 08.00 sampai 10.00 WIB.


Belajar Home visit bisa dimulai dari hal- hal yang sederhana seperti bagaimana kebiasaan belajarnya, bagaimana sholatnya, bagaimana bersikap terhadap orang tua, kebiasaan makan dan minumnya, itu semua harus dikomunikasikan kepada orang tua supaya mereka tahu kebiasaan yang ada disekolah dengan harapan orang tua bisa membantu mengingatkan ananda saat dirumah.  


Siswa SD kelas rendah sangat membutuhkan pendampingan sangat belajar, karena jika hanya belajar daring yang didampingi oleh orang tua anak cenderung mengabaikan dan tidak mendengarkan tetapi berbeda jika belajar dengan guru anak dapat mengikutinya dengan baik.


Hal ini sering terjadi karena anak merasa takut dengan guru. Visit home, para siswa dapat menangkap pembelajaran secara visual dan audio, karena mereka tidak semuanya menguasai salah satu media pembelajaran tersebut.


Dengan kunjungan rumah guru dapat mengetahui perkembangan siswa baik kognitifnya, afektifnya maupun psikomotorik demikian pula dengan orang tua siswa. kegiatan home visit ini sangat penting di lakukan di sekolah karena banyak sekali masalah yang muncul di sekolah berawal dari lingkungan keluarga.


Maka perlu adanya kerjasama yang baik antara guru dan orang tua dan juga masyarakat.

Sumber:

http://koranbogor.com/berita/hukum/sistem-pembelajaran-yang-efektif-untuk-siswa-sd-kelas-rendah-di-masa-pandemi/

(Red/Nur Afifah mahasiswa dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )

Monday, 14 December 2020

Menumbuhkan Minat Baca Kepada Anak Sejak Dini.

Hallo Sabahabat edukasi dimanapun anda berada, anak adalah aset terbesar bagi keluarga, bangsa dan agama, kenapa? karena anak adalah generasi kita 10 tahun 20 tahun yang akan datang, apa yang kita tanam yang dituai mereka suatu hari nanti.

Oleh karena itu kita harus mempersiapkan segalanya dengan baik, diantaranya: Pendidikan, Keterampilan, Mental dan Kejiwaan yang membuat anak sesuai dengan usianya.

Anak-anak masa kini lebih menyukai menonton televisi dan bermain game. Ditambah pesatnya kemajuan teknologi, seperti menjamurnya telepon pintar, mereka semakin jauh dari kegiatan membaca dan kegiatan lain yang lebih mendatangkan manfaat positif. Padahal membaca akan membuat anak lebih kaya perbendaharaan kosakata, memperlancar kemampuan berbicara, menambah pengetahuan di luar yang diajarkan orangtua dan lingkungan, menambah motivasi, meningkatkan kreativitas dan satu lagi, dengan membaca akan mempengaruhi karakter anak. Sebaliknya, anak-anak yang kesehariannya hanya diisi dengan menonton televisi dan bermain game, mereka akan berpotensi besar tumbuh menjadi anak yang manja, egois dan individualis.   

Menumbuhkan minat baca sejak dini akan mempermudah mewujudkan budaya baca dan tradisi keberaksaraan pada anak ke depannya. Namun mengimplementasikan kegiatan positif tersebut pada anak bukan perkara mudah. Selain karena lebih cenderung terpatron kesukaanya pada digitalisasi, anak juga tidak bisa dipaksa begitu saja untuk membaca buku. Berikut beberapa cara yang efektif membuat anak gemar membaca: 

Pertama, sediakan banyak bahan bacaan berupa buku, majalah, komik, koran dan lain sebagainya yang relevan untuk anak, atau buat semacam perpustakan di rumah. Melalui hal tersebut anak telah terbiasa dekat dengan bahan bacaan dan tentunya akan mempermudah anak dalam mengakses bacaan. 

Kedua, contohkan pada anak meluangkan waktu setiap harinya untuk membaca. Hal ini dapat dilakukan ketika pagi hari sebelum berangkat kerja atau sepulang kerja ketika anak sedang di rumah. Orang tua adalah figur pertama kali yang didolakan anak, apabila idolanya gemar membaca anak otomatis akan menirunya. 

Ketiga, orangtua harus rajin membacakan buku terhadap anak setiap harinya. Membacakan buku yang memuat hal-hal dunia anak, mulai dari imajiner maupun pengetahuan lain, tentunya disesuaikan dengan umur anak. Intinya hal-hal yang menghibur sekaligus mendidik buah hati. Membacakan buku terhadap anak dapat dilakukan setelah anak selesai belajar, atau sebelum ia tidur. Jadi, orang tua perlu  menciptakan kesan bahwa membaca adalah kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan.   

Keempat, orang tua perlu menambah intensitas komunikasi dengan anak dengan menceritakan hasil bacaannya. Selain bercerita, orang tua juga meminta diceritakan hasil bacaan anaknya, pengalaman menarik atau hal-hal yang dapat diteladani. Komunikasi semacam itu akan menambah motivasi anak untuk terus menambah bacaan setiap harinya. 

Kelima, libatkan anak ketika orangtua hendak membeli buku. Ajarkan padanya tentang lebih berharga membelanjakan hasil tabungan untuk membeli buku, ketimbang untuk membeli barang-barang lain yang tidak terlalu penting. 

Keenam, satu atau dua minggu sekali ajak anak untuk mengunjungi perpustakaan umum atau perpustakaan keliling. Berilah kesempatan kepada anak untuk melihat-lihat koleksi perputakaan tersebut dan meminjamnya untuk dibaca di rumah. Selain itu, orang tua juga dapat merekomendasikan anak sering-sering mengunjungi perpustakaan sekolah, untuk membaca di tempat atau meminjamnya dan dibaca ketika jam istirahat. (Hendrik Efriyadi - Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta).

Sumber: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Thursday, 10 December 2020

Pentingnya Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak.


Keluarga adalah salah satu tempat yang memegang peranan penting dalam keberhasilan belajar anak, mengingat sebagian besar waktu dalam keseharian anak adalah bersama keluarga. Keluarga merupakan komunitas pertama bagi anak dalam interaksi.Interaksi antara orang tua dan anak berpengaruh terhadap pembentukan minat belajar anak.

Orang tua yang kurang bisa berkomunikasi dengan anaknya akan menimbulkan kerenggangan atau konflik hubungan, sebaliknya orang tua yang dapat menerima anaknya sebagaimana adanya, maka si anak cenderung dapat tumbuh, berkembang, membuat perubahan-perubahan yang membangun, belajar memecahkan masalah-masalah, dan secara psikologis semakin sehat, semakin produktif, kreatif dan mampu mengaktualisasikan potensi sepenuhnya.


Peran orang tua dalam hal pendidikan anak sudah seharusnya menjadi prioritas. Kadang kala orang tua tidak menyadari bahwa betapa pentingnya komunikasi dengan anakanak saat ada di rumah.Orang tua lebih mementingkan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga tanpa memikirkan bagaimana prestasi anak-anaknya di sekolah. Orang tua adalah orang yang seharusnya paling mengerti benar akan sifat-sifat baik dan buruk anaknya, apa saja yang mereka sukai dan apa saja yang mereka tidak sukai.

Peran komunikasi orang tua terhadap minat belajar anak belum maksimal dalam hal memberikan bimbingan atau dorongan dan komunikasi yang efektif terhadap minat belajar anak karena orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan yang mereka sedang lakukan demi memenuhi kebutuhan keluarganya dan kurangnya perhatian terhadap anak-anak sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dan menonton televisi. Oleh karena itu, anak-anak menjadi susah diatur dan mulai masuk dalam kenakalan-kenakalan remaja yang berujung pada berkurangnya minat untuk belajar. Orang tua seharusnya bertindak seperti guru yang bersedia memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak-anaknya karena itu merupakan modal besar bagi perkembangan anak kelak.

Dalam ilmu komunikasi, komunikasi adalah pertukaran berbagai pesan antara dua atau lebih. Mereka saling member informasi dalam kedudukan yang sama atau setara. Begitupun ketika berkomunikasi dengan anak, sangat penting artinya mendudukkan mereka selayak orang dewasa. Mereka butuh informasi dari orang tua dan orang tuapun butuh informasi dari mereka walaupun dengan banyak pengecualian.

Menurut Laynas Waun peneliti dari University of Arizona ada beberapa hal yang perlu dijaga dalam berkomunikasi orang tua dan anak, yakni:

  1. Mempertahankan kontak mata dengan anak,
  2. Mengajukan pertanyaan yang dirasa mereka sanggup mengerti,
  3. Benar-benar mengarahkan perhatian kepadanya,
  4. Berkata dengan lembut dan tenang, dan 
  5. Menjaga dan memerhatikan perasaan anak.

Seorang anak mampu berfikir dengan cepat bahwa orang tua tidak sungguhparah lagi ketika orang tua sering memberitahu tidak punya waktu luang untuk berbicara.


Rangkaian kejadian seperti ini akan menciptakan situasi negatif yang dapat menyebabkan seorang anak berfikir tidak ada gunanya berkomunikasi dengan orang tua. Akibatnya, mereka akan mengalihkan komunikasinya dengan dunia luar yang bias jadi orang tua tidak akan mampu mengontrol kegiatannya setelah itu. Dalam berkomunikasi, Komunikasi orang tua tersebut harus mempertahankan kehormatan seorang anak. Anak-anak membutuhkan bantuan dalam menempatkan perasaannya dalam banyak hal. Orang tua dapat membantunya dengan mendekap dan sepeda sebagai situasi. Orang tua perlu untuk menghindari komunikasi negative, bahwa perasaan anak laki-laki tidak boleh dibicarakan atau diungkapkan dengan orang lain.

Komunikasi orang tua terhadap anak dalam memberikan dorongan belajar belum maksimal dan kurangnya waktu dan kesempatan orang tua dengan anak membuat anak tidak lagi mempunyai niat untuk belajar, sehingga anak mulai terpengaruh dengan lingkungan disekitarnya. Bahkan hasil penelitian ini juga menunjukan ternyata orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan yang mereka kerjakan. Begitu juga dengan masalah pendidikan, orang tua kurang membicarakan masalah pendidikan dengan anak sehingga ini yang membuat dan menjadi salah satu penghalang juga terkait dengan peningkatan minat belajar anak, bahkan hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa ternyata anak-anak juga tidak selalu mendengarkan nasihat dari orang tua.