Showing posts with label fls2n. Show all posts
Showing posts with label fls2n. Show all posts

Sunday, 1 November 2020

KOSN 2020, MALIKA LOLOS KE TINGKAT JAWA BARAT!

Pembinaan dan pengembangan olahraga di sekolah dasar yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan salah satu bagian dari empat pilar kebijakan pembangunan pendidikan nasional, yang meliputi olah hati atau kalbu, olah rasa, olah pikir, dan olahraga.

Olahraga merupakan kegiatan fisik yang dapat membangkitkan semangat, menumbuhkan sportivitas, persahabatan, dan persaudaraan.

Olahraga juga dapat memiliki arti yang strategis bagi nation and character building atau pembangunan watak bangsa.

Di dalam perspektif ini,pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penyiapan tenaga kerja, tetapi harus pula mampu membangun seluruh potensi kecerdasan manusia agar berkembang secara optimal dan bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat dan pembangunan nasional termasuk pembangunan karakter dan jati diri bangsa.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, salah satu program yang dilaksanakan adalah penyelenggaraan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional Sekolah Dasar (KOSN SD) yang dilaksanakan setiap tahun.

Kegiatan KOSN SD merupakan momentum yang tepat dan sangat berharga bagi anak-anak untuk dapat berprestasi dan berkompetisi secara sehat.

Di samping itu, kegiatan tersebut juga dapat memberikan pengalaman belajar yang baik, yaitu belajar bekerja sama, mematuhi aturan, mengakui kelemahan diri sendiri dan belajar menghargai kekuatan lawan serta mengilhami nilai-nilai fairplay (jujur, bersahabat, hormat, dan bertanggung jawab) yang ada pada setiap pertandingan/perlombaan cabang olahraga pada KOSN-SD ini.

Kegiatan KOSN merupakan pengganti dari O2SN SD yang telah diselenggarakan satu dasawarsa ini sudah berkontribusi pada keberhasilan pembinaan dan pengembangan olahraga di tingkat sekolah dasar, sehingga dapat mewadahi minat dan bakat peserta didik khususnya dalam bidang kinestetik.

Tujuan dari KOSN SD

  1. Mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam bidang olahraga.
  2. Membina dan mempersiapkan olahragawan berprestasi pada tingkat nasional maupun internasional sejak usia sekolah.
  3. Mengembangkan jiwa sportivitas, kompetitif, rasa percaya diri, dan rasa tanggung jawab.
  4. Mengembangkan budaya hidup sehat dan gemar olahraga.
  5. Menumbuhkembangkan nasionalisme dan cinta tanah air.
  6. Menjalin solidaritas dan persahabatan antarpeserta didik sekolah dasar di seluruh Indonesia.

Tema KOSN Sd 2020 adalah :

“Membangun Karakter Unggul Melalui Kegiatan Olahraga Pendidikan”

Nah, sahabat pendidik dan para pelajar dimana pun berada, alhamdulillah, pada tahun ini SDN CIBEUREUM HILIR 5 Kota Sukabumi bisa mewakili pada KOSN VIRTUAL dan lolos seleksi Kota Sukabumi dan melaju ke tingkat PROVINSI JAWA BARAT. Pada mata lomba Pencak Silat Putri yang di wakili oleh Ananda MALIKA NARSHA AZZAHRA Kelas VI A.

Ini lah dia sosok yang yang rendah hati, tetapi segudang prestasi di dunia olah raga dan bela diri.

MALIKA NARSHA AZZAHRA
SDN CIBEUREUM HILIR 5 KOTA SUKABUMI

SELAMAT 
MERAIH JUARA DAN LOLOS KE TINGKAT JAWA BARAT 
DI AJANG KOSN 2020


Penulis : Ucke Rakhmat Gadzali, S.Pd.

Friday, 17 January 2020

Gambar Bercerita SD







Selain menjadi media komunikasi untuk berbagai zaman, Bahasa Rupa juga merupakan bahasa yang dipakai anak-anak untuk bercerita dan mengembangkan cerita. Bahasa ini dapat mendukung tumbuh kembang anak dan selayaknya tidak dipisahkan dari perkembangan skill anak. Bagaimana bisa begitu?

Bahasa Rupa pada Gambar Anak

Teori Bahasa Rupa mengemukakan tentang salah satu jenis karya visual, yakni Ruang-Waktu-Datar, atau sering disingkat dengan “RWD.” Jenis karya ini sering digunakan pada visual budaya timur dan karya visual anak-anak. RWD tidak mengenal perspektif, tapi di dalamnya tetap tergambar jarak (ruang) dan momentum (waktu) yang terjadi. Contohnya, pada gambar “melambaikan tangan”, tangan digambar jadi banyak. Artinya bukan bertangan banyak, tapi arah dan proses gerakan tangan dari satu titik ke titik yang lain. Istilah ini kita sebut dengan “imaji jamak”.

Selain Imaji Jamak, juga ada cara gambar “sinar X” untuk menceritakan isi, dan bagian yang diperbesar untuk menyatakan pentingnya bagian tersebut dari cerita yang disampaikan.

Gambar Bercerita vs Cerita Bergambar

Cerita bergambar adalah kisah yang diceritakan dengan gambar yang menerangkan teks tertulis, sedangkan gambar bercerita adalah gambar yang bisa diceritakan walaupun tanpa melihat teks dan menggunakan ilmu Bahasa Rupa di dalamnya. Pada cerita bergambar, teks adalah tokoh utama, sedangkan dalam gambar bercerita, gambar yang menjadi tokoh utamanya. Pada cerita bergambar, ilustrasi hanya menjelaskan teks, sehingga anak pasif ketika melihat gambar karena cerita sudah tertuang dalam teks dan ilustrasinya bersifat statis, satu kejadian diam yang terjadi pada titik tertentu.

Lain halnya dengan gambar bercerita, yang keterangan tulisannya hanya sedikit namun ilustrasinya sangat dinamis dan “berbicara” banyak (dengan metode imaji jamak, sinar x, perbesaran, dsb). Gambar bercerita memiliki sekuen dalam peristiwa yang sedang berlangsung, sehingga anak dapat melihat detail kejadian satu persatu (misalnya : seperti apa seseorang tergelincir). Ketika anak menuturkan gambar, ia dapat bercerita lebih banyak daripada keterangan yang tertulis. Dalam hal ini, bahasa rupa mengundang anak untuk terlibat aktif dan berinteraksi dengan gambar.

Dalam proses perkembangan anak, gambar bercerita dapat menjadi stimulan yang baik, karena anak melalui dua proses utama : menatap gambar dan menggambar.


Menatap Gambar Dasar Membaca

Ketika anak menatap gambar bercerita, ia tidak sekadar membaca teks dan melihat gambarnya, tetapi ia juga membayangkan kejadian yang terjadi. Semakin banyak stimulan gambarnya, semakin luas imajinasinya. Proses pertama dalam menatap gambar bercerita adalah memahami pesan gambarnya, setelah itu ia baru belajar cara membacanya.

Menggambar Dasar Menulis

Cara anak menggambar tidak pernah natural. Ia selalu berinovasi dalam menggambarkan apa yang dilihat dan dipahaminya. Ia menggambar dengan metode RWD yang lebih mudah untuk menjadi media berceritanya. Setelah menggambar, ia bercerita. Dengan itu, secara tidak langsung ia belajar menulis, dan membaca apa yang dituliskannya.

Pembinaan Kreativitas Sejak Dini

Pada pendidikan formal kini di Indonesia, pembinaan kreativitas anak masih jauh dari ideal, masih sekadar mengajarkan “keindahan” di kelas-kelas menggambar dan kerajinan, tetapi bukan kreativitas. Sehingga, konteks “kreativitas” terbatas pada bakat seni seseorang saja. Padahal, pembinaan kreativitas yang baik akan melahirkan generasi inovator dengan ide-ide yang cemerlang, karena optimalisasi berpikir anak terlatih sejak dini.

Namun, tak usah putus asa, karena pendidikan paling dominan justru terjadi di rumah. Jangan lupa untuk selalu berkelanjutan dan menyeluruh dalam membina kreativitas. Ajari correctness untuk mengasah logika, fitness untuk keterampilan fisik, dan goodness untuk pengembangan imajinasinya. Motivasi anak untuk tidak masalah jika gambarnya berbeda, karena di dalamnya ada cerita yang diterjemahkannya dalam bahasa rupa versinya sendiri.